Diabetes Melitus atau yang di Indonesia sering dikenal dengan "Penyakit Kencing Manis" atau "Penyakit Gula Darah". Berdasarkan Berdasarkan data
dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia merupakan negara kelima
di dunia yang penduduknya banyak menderita diabetes, kata Dokter
endokrinologi, dr. Suharko Soebardi, SpPD-KEMD, FINASIM.
Oh ya, Banyak kalangan kedokteran menamakan penyakit Diabetes Melitus
sebagai "Ibu Dari Penyakit" atau “Mother Of Deases”. mengapa bisa
disebut demikian????
Karena sesorang yang sudah terkena penyakit DM berarti darahnya tercemar oleh gula yang menyebar keseluruh tubuh. hal ini dapat menyebabkan organ-organ tubuh lainnya rusak karena darah yang tercemar gula tersebut.
Penyakit DM sendiri ada 4 tipe, yaitu :
1. DM tipe 1
DM tipe 1 banyak terjadi pada anak-anak dan remaja (sebelum usia 30 th). Tipe in disebabkan oleh rusaknya sel beta pankreas sebagai penghasil insulin yang mengakibatkan tidak dapat memproduksi Insulin lagi. Akibatnya, yang bersangkutan harus disuntik insulin secara teratur
2. DM tipe 2
DM tipe 2 kebanyakan terjadi pada usia di atas 30 th, dan kebanyakan yang mengalami obesitas.Tipe ini disebabkan oleh pankreas memproduksi insulin, namun sel-sel tubuh tidak meresponnya secara normal.
3. DM tipe spesifik
DM tipe ini disebabakan oleh faktor Genetik (kerusakan genetik sel beta pankreas) juga akibat konsumsi obat-obatan maupun bahan-bahan kimia.
4. DM Kehamilan
DM jenis ini terjadi pada sekitar 2-5% dari semua kehamilan, namun sifatnya hanya sementara dan akan sembuh setelah melahirkan.
Seseorang dikatakan menderita diabetes bila kadar gula dalam darahnya di atas 126 mg/dl (puasa) atau 200 mg/dl (tidak puasa). Namun, kebanyakan gejala diabetes baru terlihat bila gula darah sudah di atas 270 mg/dl. Jangan mengandalkan gejala untuk mengetahui kehadiran diabetes. Satu-satunya cara yang akurat untuk mengetahuinya adalah dengan tes darah dan urin.
Pengukuran konsentrasi gula darah dilakukan dengan dua metode yaitu berdasarkan berat (mg/dl) dan jumlah molekul (mol/ml). Konversi dari mg/dl ke mol/ml adalah dengan membagi 18. Misalnya, 200 mg/dl sama dengan 11.1 mol/ml.
"Penderita
diabetes ini jumlahnya terus meningkat, semua adalah akibat dari gaya
hidup dan pola makan yang tidak sehat," ujar Suharko, saat jumpa pers
mengenai penyandang diabetes di Jakarta, Sabtu.
yuk lansung aja ke TKP... ^_^
Ternyata penyebab utama penyakit DM adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat mengatur kandungan gula dalam darah
sehingga glukosa atau gula yang biasanya diangkut menuju sel-sel tubuh
sebagai sumber energi justru tercecer dalam aliran darah, bahkan ikut
terbuang dalam air seni. Pengaturan gula darah oleh tubuh dilakukan
dengan bantuan hormon insulin yang berasal dari pankreas.
Karena sesorang yang sudah terkena penyakit DM berarti darahnya tercemar oleh gula yang menyebar keseluruh tubuh. hal ini dapat menyebabkan organ-organ tubuh lainnya rusak karena darah yang tercemar gula tersebut.
Penyakit DM sendiri ada 4 tipe, yaitu :
1. DM tipe 1
DM tipe 1 banyak terjadi pada anak-anak dan remaja (sebelum usia 30 th). Tipe in disebabkan oleh rusaknya sel beta pankreas sebagai penghasil insulin yang mengakibatkan tidak dapat memproduksi Insulin lagi. Akibatnya, yang bersangkutan harus disuntik insulin secara teratur
2. DM tipe 2
DM tipe 2 kebanyakan terjadi pada usia di atas 30 th, dan kebanyakan yang mengalami obesitas.Tipe ini disebabkan oleh pankreas memproduksi insulin, namun sel-sel tubuh tidak meresponnya secara normal.
3. DM tipe spesifik
DM tipe ini disebabakan oleh faktor Genetik (kerusakan genetik sel beta pankreas) juga akibat konsumsi obat-obatan maupun bahan-bahan kimia.
4. DM Kehamilan
DM jenis ini terjadi pada sekitar 2-5% dari semua kehamilan, namun sifatnya hanya sementara dan akan sembuh setelah melahirkan.
Gejala yang umum muncul, pada saat mengidap penyakit DM.
- Penyembuhan luka yang lama
- Penurunan berat badan
- Peningkatan frekuensi kencing
- Kelelahan
- Rasa haus terus-menerus
- Gangguan penglihatan
- Dehidrasi
Catatan :
Seseorang dikatakan menderita diabetes bila kadar gula dalam darahnya di atas 126 mg/dl (puasa) atau 200 mg/dl (tidak puasa). Namun, kebanyakan gejala diabetes baru terlihat bila gula darah sudah di atas 270 mg/dl. Jangan mengandalkan gejala untuk mengetahui kehadiran diabetes. Satu-satunya cara yang akurat untuk mengetahuinya adalah dengan tes darah dan urin.
Pengukuran konsentrasi gula darah dilakukan dengan dua metode yaitu berdasarkan berat (mg/dl) dan jumlah molekul (mol/ml). Konversi dari mg/dl ke mol/ml adalah dengan membagi 18. Misalnya, 200 mg/dl sama dengan 11.1 mol/ml.